07 Oktober 2009

Beberapa Tipe CPNS


menjadi salah satu orang dari sekian ribu, lolos tes; mengikuti tes selanjutnya, lolos lagi; mengikuti tes selanjutnya lagi... dan kini merasa terkatung-katung karena belum ada juga pengumuman lolos tidaknya tes terakhir itu. itulah kira-kira perasaan 770 calon pegawai negeri sipil sebuah departemen.

saya memperhatikan belakangan ini fitur sms pada website departemen itu. belakangan menjelang detik-detik pengumuman, banyak sekali yang kirim pertanyaan, kegundahan dan macam-macam lainnya. masalah mulai menarik diamati saat sejumlah cpns itu merasakan tidak pasti. pasalnya pengumuman terakhir mengenai hasil tes yang dipampang di website menuliskan: ...akan diumumkan pada awal bulan Oktober 2009.

tentu saja pengumuman dua dimensi itu seketika menjadi semacam jam yang berbunyi tik-tok-tik-tok di setiap waktu kosong para cpns tersebut. atau serupa bunyi tokek lolos-enggak-lolos-enggak di malam-malam hari yang mengantar awal tidur. nah, dari sekumpulan sms yang berhasil saya copy paste, terdapatlah beberapa tipe cpns:

1.TIPE RELIGIUS
yang menempatkan causa prima sebagai betul-betul causa prima. Tipe ini tidak berinteraksi dengan institusi yang mengumumkan, melainkan berkomunikasi pada yang empunya itu.

081377135xyz (28/09/2009)
Ya Allah berikanlah yang terbaik buat saya,semoga pengumuman tahap 3 ada nama saya.amin

08567230xyz (06/10/2009)
ya Allah.. Kapankah pengumuman tahap 3.. Semoga sy lulus..

2. TIPE DEMONSTRAN
yang komentarnya selalu saja membakar semangat menggelora bagi setiap pembacanya. yang tentu saja seperti ia katakan: bingung. tipe ini sangat mampu membaca situasi umum, juga membahasakan secara jelas. bak di mobil komando.

08126501xyz (01/10/2009)
sekarang sudah awal oktober tapi pengumuman hasil CPNS belum keluar juga.mohon kepastiannya kapan akan diumumkan.JANGAN MEMBUAT PESERTA BINGUNG!!!.

3. TIPE BERPIKIR JAUH KE DEPAN:
yang ketika belum dapat jawaban atas pertanyaan hari ini, merasa lebih lega jika mendapat jawaban pertanyaan hari esok.

081388984xyz (04/10/2009)
kalo udah lulus tahap ke-3 kapan ditemptkan dipekerjaannya.terima kasih

4. TIPE MAU TAHU AJA...
biasanya tipe ini menanyakan pada sesama peserta, bukan pada institusi yang bersangkutan. ini macam comment di fb-lah.

081320110xyz (04/10/2009)
emang dah kluar pngumumannyj?Koq dah nanya kapan pnempatan ?

5. TIPE PEMANCING
tipe ini tidak akan bertanya secara straight to the point, dia hanya akan memberikan pernyataan-pernyataan yang diharapkan dapat menggelitik yang bersangkutan.

08126501xyz (05/10/2009)
Payah dah udah hampir 1 bulan terhitung sejak ujian tahap 3.Pengumumanya belum keluar2 juga.Bikin penasaran aja.

6. TIPE SABAR
ini agak mirip dengan TIPE MAU TAU AJA dalam hal sasaran pesannya: sesama cpns, bukan institusinya. bedanya, dia pake kata-kata penghiburan. kalau bisa sambil nepuk-nepuk pundak sepertinya dia juga akan melakukannya. pokoknya sabar dah.

08976816xyz (07/10/2009)
sabar,tunggu aja sampai tgl 14 oktober.toh masih awal oktober juga.tul gak?he2

7. TIPE GOOD BOY/ GOOD GIRL
tipe ini biasanya mengakhiri pertanyaan dengan ucapan terima kasih. atau setidaknya dia akan membuat pertanyaan dengan subyek penanya yang jelas seperti 'saya'.

08976816xyz (01/10/2009)
Mohon diupdate pengumuman ttg cpns nya.thx

08179286xyz (06/10/2009)
saya mau tanya kapan kepastian pengumuman ujian tahap 3 depperin akan diumumkan?

085228907xyz (06/10/2009)
kpn pngumuman seleksi cpns tahap3? kalo bs dpastikan tanggalnya.thx

08562045xyz (07/10/2009)
pengumuman penerimaan CPNS 2009 menurut pengumuman awal oktober. Kepastiannya kapan ya Pak/Bu. Saya tunggu infonya. Terima kasih.

dan yang terakhir

TIPE BERANINYA CUMA NYAMPAH DI BLOG
ya macam saya ini hehe.. :P

01 Oktober 2009

Angkot yang Mengantar Kebahagiaan

Kebahagiaan ternyata memang bisa kita dapat dari mana-mana. Hari kemarin saya merasa asing dengan diri sendiri. Setelah patah hati tepat seminggu yang lalu, saya seperti kehilangan tempat berpijak. Perasaan dan minat yang saya terus berubah-ubah dalam beda waktu yang cepat membuat saya sulit percaya pada diri sendiri.

Pagi hari saya memaksakan diri berangkat ke sebuah diskusi dengan Hari Kunzru sebagai pembicara di Museum Bank Mandiri, Kota. Saya tertarik pada acara bertajuk Travel Writing setelah membaca publikasinya pada sebuah milis. Sepulang dari acara itu saya bertekad untuk menerapkan konsep travel writing dan menggali kembali kesukaan saya terhadap bidang fotografi. Teks dan gambar, betapa cantiknya.

Menjelang sore perasaan saya berubah lagi, saya ingat kegelisahan dalam pekerjaan dan percintaan. Lalu saluran-saluran minat tadi tertutup lagi. Kadang, otak gila saya berpikir sepertinya saya membutuhkan obat anti kecemasan. Tapi tidak, ide itu saya tutup sendiri lagi. Saya tahu betul orang yang menenggak pil itu akan kehilangan kegelisahan, termasuk juga kegembiraan yang didapat karena mampu memecah kegelisahan.

Akhirnya saya biarkan saja diri saya datar kalau memang lagi datar.

Nah, kebahagiaan yang tadi awalnya ingin saya ceritakan bermula ketika saya harus naik angkot jurusan Ciputat-Bukit. Ini adalah angkot yang akan mengantarkan saya sampai di gang rumah. Pada pasar Ciputat yang amat ramai itu ada banyak angkot pada banyak titik. Pada titik favorit saya angkot-angkot itu mengantre dengan rapi. Berjalan kalau penuh. Dan menunggu kalau masih belum. Ini cukup fair menurut saya. Walau kadang gak sabar juga kalau menjadi orang pertama dalam angkot itu. Bisa setengah jam menunggu atau lebih. Pokoknya angkot gak akan jalan kalau orang di dalamnya tidak berjumlah lima belas, sudah termasuk supir.

Malam kemarin saya adalah orang ke lima belas. Supir sudah ada di tempatnya, ada satu tempat kosong di antara supir dan satu penumpang. Di situlah saya meletakkan duduk.

Angkot perlahan mulai jalan dan telinga saya tak asing dengan lagu yang sedang mengalun. Siulan Barry Manilow mengawalinya: You know, I can’t smile without you, can’t smile without you... Gila, pikir saya. Angkot apa ini? Saya belum pernah seumur-umur naik angkot yang selera lagunya sama dengan saya. Saya perhatikan si bapak supir. Saya taksir usianya limapuluh akhir atau enampuluh awal. Rambutnya sudah putih semua. Kulitnya putih seperti orang Manado. Ia mengendalikan angkot halus seperti bapak saya sedang menyupir. Padahal jalanannya banyak yang rusak.

Pada tiap kelok, saya ikut senandung.. I feel glad when you’re glad, I feel sad when you’re sad.. pikiran saya jadi melayang pada Linda, sahabat saya. Terakhir kami sms-an tepat minggu lalu, dia cerita kalau akan menikah dengan pacarnya dengan dua prosesi. Secara Islam lalu Katolik. Mengikuti agama dua keluarga mereka. Saya bilang padanya, ‘I feel glad when you’re glad, Lind’.

Tak lama melamun, saya lalu dihentak oleh lagu selanjutnya.. Tebak!

You’re just too good t be truth.. can’t take my eyes off of you.. Aaaaa... Saya ikut nyanyi dan lihat jemari kiri bapak supir mengetuk-ngetuk setir mengikuti alunan lagu. Seperti kedua kaki saya yang tersembunyi dalam gelap angkot. Waktu bagian lirik.. I love you baby.. and if it’s quite all rigth i need you baby.. si bapak supir pun ikut menyanyi. Saya senang sekali malam itu.

Beberapa kali ia mengutak ngatik volume speaker dan memencet-mencet tombol MP4 player di dasboard. Lagu ketiga saya gak kenal. Tapi masih lagu-lagu zaman dia muda sepertinya. Sampai masuk dalam perumahan Bukit Indah, baru satu orang yang turun. Saya sempat berpikir pasti orang-orang yang duduk di belakang itu pada gak mau turun angkot denger lagu-lagu si bapak.

Menjelang lagu ke empat ada satu orang turun di sebuah gang. Saya juga gak kenal lagunya, tapi sekilas saya dengar suara perempuan.. “dear John..” belakangan saya tahu bahwa itu surat Amerie yang berisi bahwa ia meninggalkan John, jantung hatinya itu, karena tidak lagi sanggup bertahan dengan keberadaan perempuan lain..
“…I am writing you this letter just to let u know that that I still love you but I won’t be coming back. You had me at hello, now I gotta say goodbye, cause one too many times you made me cry..”

Lagu belum berakhir, tapi satu kelok lagi adalah gang rumah saya. Beberapa meter sebelumnya saya bilang pada si bapak supir, “Kiri, Pak..” ia pun memelankan dan akhirnya menghentikan laju angkot. Menyalakan lampu dalam dan menerima uang bayaran saya. Sembari mengulurkan tigaribulimaratus, saya bilang, “duh, saya gak pingin turun nih pak sebenarnya..” saya lihat dia tertawa, dan bilang “terima kasih, ya..”

Turun dari angkot saya bahagia.

Ciputat, 1 Oktober 2009

24 September 2009

Ragunan, Dikotomi Hidup, Tesis Skripsi dan Rumah Keong

Siapa yang tahu bahwa kencan membahagiakan di ragunan saat itu akan menjadi kencan terakhir saya dan dia. Hari di mana untuk kali pertama ia melihat jerapah, juga saya melihat burung pelikan menjadi hari paling tulus yang pernah ada dalam hubungan kami.

Hari yang tidak dibebani oleh kemauan banyak orang di luar kami. Atau justru hari yang paling egois yang pernah kami punya. Karena kami justru tak pernah menghitung semua hal di luar kami. Hidup yang penuh dikotomi terasa amat membosankan. sama membosankan dengan bagaimana hubungan kemanusiaan yang diversuskan dengan hubungan ketuhanan.

Hari ini saya berjuang sekuat-kuatnya menjaga perasaan yang sedang hidup dalam hati. Saya tak mau mematikannya. Sampai sekuat-kuatnya. Sewaktu mengerjakan skripsi setahun lalu, saya punya tesis bahwa kita tidak pernah tahu hari akhir kita. Tak pernah tahu sampai sejauh mana kita kuat atau tidak. Dan tesis itu belum punya antitesisnya. Jadi jangan paksa saya menunjuk jarum pada jam dinding, tanggal pada kalender atau batas usia perempuan yang dikatakan pantas menikah.

Saya hanya tahu bahwa dengannya perlahan saya dibangunkan dari kejatuhan, saya dikuatkan untuk terus menampik pikiran negatif psikologis, dan tangan saya digandeng pada keyakinan bahwa ada satu saja rumah yang mau menerima saya apa adanya. Saya pernah bilang padanya kalau saya merasa seperti keong yang kehilangan rumah, malam itu ia diam saja sambil terus memeluk saya dengan erat.

Ciputat, 24 September 2009